Jumat, 11 Juni 2010 - 22:42:14 WIB


Naiknya TDL Bisa Hambat Pertumbuhan Investasi

Diposting oleh : adminkom
Kategori: Investasi - Dibaca: 1202 kali


Sebagaimana disampaikan oleh ANTARANews, pengamat ekonomi dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Aisyah Hasyim, MSi mengungkapkan, jika pemerintah menaikan tarif dasar listrik (TDL), pasti akan menimbulkan berbagai implikasi negatif, diantaranya akan menghambat pertumbuhan investasi khususnya investasi di bidang industri pengolahan.

"Tarif listrik untuk industri sekarang sudah mahal, sehingga kalau pemerintah menaikan lagi TDL, akan mengurangi minat investor untuk menanamkan investasi khususnya investasi di bidang industri pengolahaan," katanya di Ternate, Jumat.

Menurut dia, investor akan lebih memilih investasi yang dalam aktivitasnya hanya menghasilkan bahan mentah, karena investasi seperti ini tidak banyak membutuhkan listrik, misalnya investasi tambang nikel yang hanya sebatas menghasilkan biji nikel.

Investasi yang semacam itu, menurut Aisyah Hasyim, kurang bagus karena nilai tambah produk yang dihasilkan rendah. Selain itu, kurang memberi kontribusi kepada daerah khususnya dalam hal penerimaan pajak dan retribusi serta penyerapan tenaga kerja.

"Lihat saja investasi tambang nikel yang ada di Malut. Produk yang dihasilkan hanya dalam bentuk biji nikel sehingga nilai tambahnya sangat rendah, begitu pula pajak dan retribusi yang diterima daerah relatif kecil. Tenaga kerja yang terserap juga tidak terlalu banyak," katanya.

Kalau investasi tambang nikel tersebut sampai pada pembangunan industri pengolahannya misalnya menjadi produk feronikal, menurut dia, tentu akan memberi nilai tambah yang lebih besar, begitu pula pasti nilai tambahnya lebih besar, begitu pula kontribusinya pada pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja akan lebih signifikan.

Ia menyatakan, naiknya TDL juga akan mendorong pengusaha industri dalam negeri akan menaikan harga produknya sebagai kompensasi atas semakin tingginya biaya operasional. Hal itu tentu akan melemahkan daya saing produk industri dalam negeri, baik dipasaran lokal maupun pasar ekspor.

"Produk luar negeri, terutama dari China nantinya akan semakin membanjiri pasar dalam negeri, karena harganya lebih murah. Pengusaha industri di China menjual lebih murah karena biaya produksi, seperti listrik jauh lebih murah," katanya.

Oleh sebab itu, Aisyah Hasyim menyarankan kepada pemerintah untuk sementara tidak menaikan TDL, walaupun hal itu akan mengakibatkan beban APBN terhadap subsidi listrik akan semakin besar.

Menurutnya, perekonomian Indonesia belum begitu stabil, untuk itu intervensi pemerintah untuk mencegah terjadinya berbagai implikasi negatif terkait tidak stabilnya ekonomi itu, seperti dalam bentuk pemberian subsidi harus dilakukan.

(Sumber : ANTARANews.Com)

Bagilah informasi di atas dengan teman anda:


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 4 kode di atas)

(Komentar yg masuk baru ditampilkan setelah diapprove oleh admin.
Bila ingin komentar langsung tampil, silakan komentar via Facebook)







   ARTIKEL BLOG TERBARU




Portal Peluang Bisnis

KompasBisnis.Com:
media info peluang usaha/bisnis,
serta media iklan yang strategis
untuk anda.

Bagi member tersedia info peluang bisnis/usaha, fasilitas iklan baris
gratis
, ebook gratis, dll.
Silakan klik menu DAFTAR
--------------------
total member kami saat ini:
2440 orang

Home Ekonomi(20)
Inspirasi(6)Peluang(18)
Investasi(8)

IBPLUS BOX


Iklan Baris Plus



Anggota Terdaftar :
2440 orang
Visitor ONLINE:
8 orang

375291

           Pengunjung hari ini : 80
            Total pengunjung : 110684
            Hits hari ini : 278
            Total Hits : 375291

           

10 Visitors
New-Member terakhir

okeshop
(JAKARTA)

chandra
(jakarta)

tria permata sari
(Jakarta)

tria permata sari
(Jakarta)

Jonas Santoso
(Jakarta)

Andi
(Sidoarjo)

Royal Garden Spa and Reflexiol
(Jakarta Selatan)

langit biru
(kembangan jakarta barat)

Yunus Saepuloh
(Cianjur)

kunkun setia permana
(depok)



KALENDER
Februari, 2012
MSSR KJS
   1234
567 891011
12131415161718
19202122232425
26272829   












Mau Berlangganan Info Terbaru
dari KompasBisnis.Com?
(RSS Reader)


 Subscribe di sini!

Atau berlangganan via email?

Isi Email Anda Di Sini:

Didukung oleh:FeedBurner







IBHEMAT BOX


Iklan Baris Hemat



/ /

IBFREE BOX