https://www.fapjunk.com https://pornohit.net london escort london escorts buy instagram followers buy tiktok followers
Friday, February 23, 2024
No menu items!
HomeKulinerPeneliti Asal China Sebut Makan Gorengan Sebabkan Depresi

Peneliti Asal China Sebut Makan Gorengan Sebabkan Depresi


Makanan yang digoreng rasanya memang enak dan bikin nagih. Tapi penelitian terbaru mengklaim bahwa gorengan bisa membuat orang depresi. Terlalu banyak menyantap makanan yang digoreng, disebut bisa menyebabkan rasa cemas hingga depresi pada seseorang menurut penelitian terbaru. Dilansir dari DailyMailUK (26/04), penelitian ini dipimpin oleh peneliti dari Zhejiang University di China, yang menekankan penemuan adanya kaitan perbedaan antara mengurangi makanan yang digoreng dengan kesehatan mental.

Dalam studi ini, para peneliti melakuan survei via kuesioner yang disebarkan ke 140.000 orang di Inggris. Kuesioner ini berisi pertanyaan tentang makanan yang mereka santap selama 24 jam terakhir. Kemudian jawaban mereka diteliti 11 tahun setelahnya, untuk melihat adakah tanda kecemasan atau depresi dari orang-orang tersebut.

Pengaruh Zat Akrilamida

Hasilnya orang-orang yang menyantap gorengan atau makanan yang digoreng, memiliki risiko 12% lebih besar untuk mengalami kecemasan dan depresi. Dibandingkan mereka yang jarang makan gorengan. Selain itu mereka berisiko 7% lebih tinggi untuk terserang gejala depresi, dibandingkan yang jarang makan gorengan. Para peneliti menduga, hasil penelitian ini ada hubungannya dengan akrilamida, zat kimia yang terbentuk saat makanan bertepung seperting kentang digoreng dan dipanggang pada suhu tinggi. Senyawa ini lah yang mungkin terkait pada peradangan di otak.

Kentang goreng, termasuk keripik kentang, dan daging putih yang digoreng seperti ayam ternyata memiliki kaitan yang cukup signifikan antara rasa cemas (anxiety) pada seseorang.


“Pola mengonsumsi makanan yang digoreng baru-baru ini dikaitkan dengan resiko berkembangnya depresi dan rasa cemas pada seseorang. Pola makan di negara Barat, yang penuh dengan makanan yang digoreng, makanan olahan, biji-bijian olahan, produk manis hingga bir ternyata dikaitkan dengan risiko depresi dan kecemasan yang lebih besar” isi penelitian tersebut.

“Biasanya makanan yang digoreng ini sudah menjadi makanan sehari-hari di negara Barat, dan meningkat di seluruh dunia. Terutama saat pandemi COVID-19,” sambung hasil penelitian tersebut. Para peneliti menemukan kebanyakan anak muda lah yang lebih sering menyantap makanan digoreng. Efek rasa cemas dan depresi ini ditemukan paling banyak menjangkit para pria yang berusia di bawah 60 tahun. Kandungan akrilamida ini tak hanya ditemukan pada makanan yang digoreng saja. Tapi pada makanan yang dibakar atau dipanggang, yang sebelumnya dikaitkan dengan risiko obesitas dan penyakit jantung.

“Ada kemungkinan orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak gorengan, memiliki faktor risiko lain salah satunya risiko kesehatan mental,” pungkas Dokter Duane Mellor, selaku ahli gizi dari Aston University. Selain efek samping di atas. Terlalu banyak makan gorengan juga berbahaya untuk kesehatan karena tinggi kalori, meningkatkan kolesterol, tekanan darah sampai memicu obesitas.

Sumber: www.detik.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments