https://www.fapjunk.com https://pornohit.net london escort london escorts buy instagram followers buy tiktok followers
Friday, February 23, 2024
No menu items!
HomePropertiKabar Saham Properti Hari Ini

Kabar Saham Properti Hari Ini

Mayoritas saham emiten properti melanjutkan penguatannya pada perdagangan sesi II Selasa (9/5/2023). Yangmana cerahnya saham properti ditopang oleh membaiknya kinerja keuangan pada kuartal I-2023. Terpantau dari 12 saham properti menguat, hanya dua saham yang terkoreksi dan satu saham cenderung stagnan.

Berikut pergerakan saham properti pada perdagangan sesi II hari ini.


Per pukul 13:51 WIB, saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) memimpin penguatan saham properti pada sesi II hari ini. Hingga meroket 13,07% ke posisi harga Rp 995/saham. Namun untuk saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) terpantau terkena profit taking. Dan harga sahamnya terkoreksi masing-masing 0,98% dan 1,75%. Kinerja sejumlah emiten properti yang tercatat positif di kuartal I-2023 menjadi penopang saham-saham properti hari ini. Kinerja positif itu diprediksi akan bertahan selama tahun 2023.

Sebagai informasi saham DILD berhasil membalikkan posisi rugi bersih pada kuartal I-2022 yang sebesar Rp 99,7 miliar. Sehingga menjadi laba bersih Rp 391,7 miliar di kuartal I-2023. Pencapaian positif juga dibukukan oleh saham BSDE yang meraup pertumbuhan laba bersih 154,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 884 miliar. Lalu, saham SMRA juga berhasil menorehkan pertumbuhan laba bersih 55,2% secara tahunan menjadi Rp 271,71 miliar.

Ekonomi RI Yang Terus Tumbuh

Saham properti yang masih cerah pada hari ini juga sepertinya ditopang oleh perekonomian Indonesia yang kembali tumbuh. Yakni tumbuh di kisaran 5% pada kuartal I-2023. Sebelumnya pada pekan lalu BPS mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 tumbuh 5,03% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5,02%.

Namun secara basis kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi RI mengalami kontraksi nyaris 1%. Atau lebih tepatnya sebesar 0,92%, dari sebelumnya pada kuartal IV-2022 yang tumbuh 0,32%. Tetapi menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud pertumbuhan ekonomi Indonesia ini masih konsisten di kisaran 5%.

“Tren pertumbuhan ekonomi tahunan selalu menunjukkan perekonomian kita masih stabil. Mulai dari kuartal IV-2021 sampai dengan kuartal I-2023 perekonomian kita tumbuh pada level 5% ke atas” papar Edy (5/5/2023). Selain itu, aktivitas masyarakat terutama di pusat perbelanjaan atau mall juga kembali bergeliat setelah makin membaiknya Covid-19. Apalagi setelah Covid-19 tidak lagi dianggap sebagai kondisi darurat oleh WHO, maka hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi saham-saham properti.

Sumber: http://www.cnbcindonesia.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments