https://www.fapjunk.com https://pornohit.net london escort london escorts buy instagram followers buy tiktok followers
Friday, February 23, 2024
No menu items!
HomeTeknologiSaham Teknologi Wall Street Melejit saat AS Terancam Default

Saham Teknologi Wall Street Melejit saat AS Terancam Default

Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street, New York ditutup beragam pada akhir perdagangan Senin (22/5/2023) waktu setempat menjelang pertemuan penting antara Presiden AS Joe Biden dan Ketua Parlemen dari Partai Republik Kevin McCarthy untuk menyelesaikan hambatan negosiasi pagu utang AS.

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (23/5/2023), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,42 persen atau 140,05 poin ke 33.286,58, S&P 500 naik tipis 0,02 persen atau 0,65 poin ke 4.192,63, dan Nasdaq menguat 0,50 persen atau 62,88 poin ke 12.720,78. Imbal hasil obligasi jangka pendek pemerintah AS naik.

Adapun China mengatakan produk yang diproduksi Micron Technology Inc. gagal dalam peninjauan keamanan siber. Sementara itu, Pfizer Inc. bangkit dengan laporan bahwa pil penurun berat badannya kemungkinan sama efektifnya dengan Ozempic. Dari berita korporasi, saham Zoom Video Communications Inc. lebih tinggi dalam perdagangan setelah jam kerja usai menaikkan perkiraan penjualan tahunannya.

Kini, pertanyaan besar di benak investor adalah apakah politisi AS dapat mencapai kesepakatan untuk menaikkan batas utang sebelum pemerintah kehabisan uang. Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan kemungkinan cukup rendah bahwa AS dapat membayar semua tagihannya pada pertengahan Juni. “Ada banyak pertunjukan di sekitar pagu utang. Semakin dekat kita dengan 1 Juni tanpa resolusi, semakin besar risiko kecelakaan, jadi ada banyak potensi pasar untuk khawatir,” kata Sarah Hewin, ekonom senior di Standard Chartered.

Sektor teknologi setidaknya satu penerima manfaat di antara sentiment tersebut. Elyse Ausenbaugh, ahli strategi investasi global di JPMorgan Wealth Management, mengatakan perusahan teknologi berkapitalisasi pasar besar sudah melalui fase penghematan dan memfokuskan kembali bisnis mereka, sehingga investor mulai tertarik ke sana. Hal ini tercermin dari Nasdaq 100 yang melampaui level tertinggi 52 minggu pada perdagangan Senin.

Sumber : bisnis.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments